Kavling Abu Nawas, Asri Penuh Inspirasi

TELAH DIBUKA….!!!

KAVLING ABU NAWAS…yang terletak sangat dekat dengan Grand Depok City.

abunawas_facade

abu nawas 1 mulia realty

abu nawas 2 mulia realty

Mengapa memilih Kavling Abu Nawas ?

1. Lokasi Strategis, yaa…lokasi kami sangat strategis untuk anda pilih…karena :

Hanya beberapa menit ke lokasi ini :

aladin

hermina depok

itc

mitra depok

stasiun depok

TERMINAL DEPOK

kantor walkot

2. Bangunan rumah  tumbuh (siap untuk 2 lantai, pondasi cakar ayam)

PONDASI CAKAR

3. Asri dan bebas banjir

asri

4. Ada Bonus Menarik (silahkan dipilih)

Harga hanya 400 jutaan ya kawan…….

DITUNGGU SURVEINYA…DITUNGGU BOOKINGNYA….YA….

Advertisements

Alhamdulillah, Taman Mini Cimanggis Terjual Semua + 1 Waiting List Konsumen

Segala puji kami haturkan kepada Alloh ta’ala…dan terimakasih juga kita sampaikan kepada seluruh pihak yang membantu pelaksanaan pemasaran Cluster Taman Mini Cimanggis, karena per tanggal 25 Nopember 2015 kemarin dari sisi pemasaran sudah TERJUAL 100% plus ada 1 konsumen lagi waiting list.

Kami memulai project tersebut pada bulan Juni 2015…dengan awal 5 unit dan ditambah lagi 5 unit sehingga total menjadi 10 unit berhadapan…

Harapan kami semoga setiap gerak usaha kami membuahkan keberkahan..baik bagi konsumen..teman-teman yang ikut memasarakan atau pun para pegawai lapangan yang bekerja keras tiada henti mensupport pembangunan sesuai target kami.

Selanjutnya bagi anda ingin mendapatkan produk dari kami..saat ini masih dijual 5 unit Cluster Abu Nawas di dekat Grand Depok City..

selengkapnya silahkah cek di sini…

 

Terimakasih.

RUMAH DIJUAL : Rumah Cantik, Harga Menarik, Uang Muka & Angsuran Suka-suka…! DEKAT AKSES TOL CIJAGO DAN CIMANGGIS

depan up16 depan up16a

Yang mau….acungkan jari yaa…!! 🙂

SIAPA CEPAT DIA DAPAT….!!
MUDAH-MUDAHAN ANDA JODOHNYA…,HANYA 1 UNIT RUMAH MURAH AKSES SERBA MUDAH : 1. 5-10 MENIT KE PINTU TOL CIJAGO
2. ATAU BISA MASUK AKSES TOL CIMANGGIS
3. 15 MENIT KE MARGONDA RAYA (PUSAT KOTA DEPOK)
4. 5 MENIT KE JALAN RAYA BOGOR
5. DAN…..BISA KPR….!!
6. BEBAS BANJIR
7. LINGKUNGAN ASRI

8. PROSES KPR DIBANTUU…:)

Harga Murah….ya hanya Rp. 350.000.000,-  diskon menjadi 338.000.000,- wow….

Ditunggu surveynya ya pak…bu…..
Salam hangat..
Panggih. W

Siapa Bilang Rumah di Depok Mahal ?? (tinggal 1 lagi ya, angsuran 2jt-an)

20140923_162943

Nih dia penampakan 1 rumah siap huni yang mungkin anda impi2kan… 🙂

Hanya Rp. 288.000.000,-

Apa sih kelebihannya :

Tinggal 1 Unit lagi Rumah Murah dengan Kualitas Bagus bisa KPR

Kelebihan :
1. Bisa KPR*
2. Akses/Jalan sudah cor Semua
3. Akses Angkot 1x ke Jalan Margonda, Mall, RS, dan Stasiun KA
4. Surat sudah Pecah
5. IMB sudah siap
6. dan Siap Huni Pula

*KPR :
1. Kerjasama dengan DKI Syariah
2. DP bisa 50 juta
3. Angsuran 2.7 Flat (selama 15 tahun)
4. Semakin besar DP, maka angsuran semakin ringan
5. Proses cepat dan mudah insyaAlloh,

Free :
Pajak-pajak
, IMB dan Pecah Surat

20140923_163302

Tampak Keseluruhan Unitnya ya…., yuk…Pesan…!!

 

Kekurangan RTH Pemkot Depok Galakkan Perda

depok

DEPOK — Kekurangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok galakan Peraturan Daerah. Setelah mengesahkan Perda rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) 2012-2032.

Pemkot Depok melarang pengembang membangun perumahan pada luas lahan 120 m persegi. Dalam Perda itu salah satunya menyebutkan bahwa pengembang hanya boleh membangun perumahan pada luas lahan 120 meter persegi atau yang lebih tinggi dari luas lahan tersebut.

“Kalangan pengamat tata perkotaan bahkan masyarakat umum banyak mengkritisi bahwa pembangunan Kota Depok selama ini kurang berwawasan lingkungan hidup dan tidak memperhatikan RTH,” kata Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kota Depok Kania Parwanti, Senin (22/9).

Ia mengatakan pemkot akan berusaha mensosialisasikan Perda tersebut walaupun banyak penolakan dari para pengembang. Kania mengatakan Pemkot Depok telah melakukan kajian secara matang bahwa Perda itu menjadi jalan tengah dan akan menguntungkan berbagai pihak.

Kania berharap pengembang agar mendukung Pemkot Depok untuk sama-sama menjadikan kota itu sebagai kota terbaik yang memperhatikan lingkungan. Terkait perumahan bagi warga miskin, pihaknya akan membantu melalui program rumah murah yang diinisasi oleh Kemenpera.

“Dalam waktu dekat kami akan sosialisasikan dan memfasilitasi warga yang ingin memiliki rumah murah,” katanya. Menurutnya rumah yang biasanya dijual pengembang  tidak banyak dibeli warga, karena rata-rata harganya mahal.

Anggota Komisi III DPRD Kota Depok Babai Suhaimi mengatakan dibuatnya Perda tersebut untuk kebaikan semua pihak baik pemerintah daerah, pengembang dan masyarakat.

Babai mengatakan Perda ini juga akan menyelamatkan Kota Depok dari serangan urbanisasi. Terlebih tingkat kepadatan penduduk sudah mulai mengalami titik jenuh. Selain itu penyelamatan ruang terbuka hijau (RTH) yang kian menipis setidaknya bisa dihidupkan kembali.

“Penduduk Kota Depok mayoritas dipadati oleh warga pendatang dengan jumlah kisaran 60%, sisanya, dihuni oleh penduduk asli Depok sebesar 40%,” Terang Babai.

Menurut Babai jika masalah urbanisasi tidak segera diselesaikan Depok semakin akan sempit. Babai menjelaskan opini para pengembang yang menyatakan bahwa warga miskin tidak akan mampu memperoleh rumah di atas lahan 120 meter tidak benar.

Menurut Babai pendapat tersebut hanya menjadi akal-akalan pengembang saja agar tetap terus menjalankan bisnisnya. Menurutnya Depok ke depan harus menjadi kota nyaman dan layak huni yang memiliki RTH baik privat atau publik. Menurut Babai keuntungan lain dengan ketatnya Perda tersebut. Kepadatan penduduk bisa diminimalisasi.

“Kalau rumah semakin banyak, otomatis kemacetan dan sampah juga bakal banyak,” kata Babai.

 

 

sumber : republika.co.id

“Ketekunan” Sigit

berlian

Dia akrab dipanggil Sigit. Belasan tahun lalu, dengan susah payah ia lulus dari sebuah perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah.  Bayangkan saja. Masa kuliah yang normal 4 tahun, ia selesaikan dalam waktu 8 tahun.  Indeks Prestasi, yang menjadi ukuran kelulusannya, maaf cuma 2,1 dari maksimal 4.

Dia akrab dipanggil Sigit. Dia adik kelas saya di Fakultas Peternakan. Dalam bahasa matematika, kami beririsan di satu nama, Joko Santoso.  Ketika itu, beliau adalah Pembantu Dekan I. Kami berdua bisa lulus dari Fakultas Peternakan atas campur tangan beliau. Bedanya, saya relatif cepat, Sigit lulus di injury time.

Dia akrab dipanggil Sigit. Ia memulai aktivitas sebagai pemulia kedelai sejak masih kuliah. Awalnya hanya ikut-ikutan, karena kakaknya adalah peneliti kedelai. Witing tresno jalaran soko kulino, kata pepatah Jawa. Seringnya berinteraksi, membuatnya jatuh cinta pada kedelai. Ia tidak lagi asal kerja. Aktivitasnya mulai diikat oleh satu visi besar. Menemukan bibit kedelai unggul.

Dia akrab dipanggil Sigit. Ia menyeleksi ratusan jenis bibit kedelai di tanah air. Dapat sekitar 70 varietas, yang memiliki keunggulan masing-masing. Mulailah ia melakukan pekerjaan gila!

Gila? Ya.  Pekerjaan yang dilakukan memang pekerjaan gila. Di lapangan, pembuahan kedelai umumnya terjadi secara alami, atas bantuan serangga atau angin. Tapi untuk mendapatkan varietas jenis baru, Sigit harus mengawin-silangkan satu varietas dengan varietas lain secara manual. Mengantarkan serbuk sari dari satu varietas ke putik varietas lain, dengan tangannya sendiri. Tanpa alat bantu!

Dunia pemuliaan (tanaman maupun hewan) bergerak di antara harapan dan ketidak-pastian. Tidak ada satu pun pakar yang berani memastikan, kapan satu bibit unggul didapatkan.  Bisa lima tahun.  Bisa sepuluh tahun.  Bahkan bisa jadi, si peneliti sudah meningggal, si bibit unggul belum ditemukan. Sungguh pekerjaan ’gila’. Tidak semua orang bersedia melakukannya …

Lebih gila lagi, karena untuk melakukan itu, tidak ada seorang pun yang membayarnya. Bahkan ia harus merogoh koceknya sendiri dalam-dalam. Total jenderal, ia sudah menghabiskan dana sekitar 300 juta, untuk mengembangkan satu varietas yang diberinya nama Mulyowillis. Ia temukan varietas ini, dalam waktu lebih dari 5 tahun. Inilah satu-satunya varietas kedelai yang sudah dipatenkan di negeri ini. Dan ia masih menyimpan beberapa varietas kedelai unggul lain di kepalanya.

Mulyowillis adalah bukti bahwa ketekunan bisa mengalahkan ketidakcerdasan. Sigit tahu persis, sulit baginya bersaing di dunia kerja, karena IP yang pas-pasan. Senjata ketekunan, yang jarang dimiliki oleh orang-orang cerdas di negeri ini, digunakannya secara efektif.

 

Zainal Abidin
Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA
HeadMaster SekolahMonyet.com
Direktur Social Entrepreneur Academy Dompet Dhuafa

Sumber : Milist tdadepok.